Showing posts with label Bersyukur. Show all posts
Showing posts with label Bersyukur. Show all posts

Friday, May 2, 2014

Tantangan




Tidak peduli sebesar apa tantanganmu, keyakinan dan pengharapanmu kepada Tuhan akan mengatasinya.

Fokuslah kepada Tuhan yang memberi talenta dan masa depan yang baik, besar dan benar kepada kita, maka sebesar apapun tantangan yang menghadang tidak akan pernah menghentikan langkah kita.

Sebaliknya sebesar apapun dukungan dan fasilitas yang tersedia, bila tidak disertai keyakinan dan pengharapan yang benar kepada Tuhan, maka semuanya itu hanyalah sia-sia.

Jadi semua hal hanya satu saja penentunya, Tuhan.

Sunday, April 27, 2014

Perjuangkan hidupmu

Stop mengeluh dan lakukan sesuatu.

Hidup seperti perjalanan menuju ke atas, dan saat kita mengeluh perjalanan terhenti seketika. Semakin banyak kita mengeluh semakin banyak perjalanan kita terhenti. Akibatnya, perjalanan menjadi terhambat sementara tujuan belum nampak.

Hidup adalah perjuangan, untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik bagi kehidupan maka setiap orang harus berjuang. Tapi keluhan selalu malemahkan perjuangan, bahkan mematahkan semangat.

Stop mengeluh dan terus melangkah, perjuangkan kehidupan yang lebih baik dengan semangat, pengharapan dan iman yang teguh kepada firmanNya.

Friday, August 24, 2012

Bersyukur

photo by david
Jangan pernah mengeluh dalam kesedihan, jangan pernah mengutuk dalam kesengsaraan, karena itu semua akan menghancurkan semua yang telah kita capai saat ini.

Satu kali kita bersyukur satu pintu berkat terbuka, tapi satu kali kita mengeluh ada sepuluh pintu berkat tertutup.

Jadi, pencapaian yang telah kita raih dalam kerja keras dan perjuangan selama puluhan tahun, bisa hancur hanya oleh sebuah keluhan atau kutuk yang kita ucapkan sendiri.

Jadi tetaplah mengucap syukur dan berharap kepada Tuhan.

Monday, February 20, 2012

bersyukurlah

my tasking
Keluarga, sahabat dan buku yang baik adalah berkat Tuhan terbesar bagi masa depan kita

Bersyukurlah bila kita dibesarkan dalam sebuah keluarga yang baik, yang takut akan Tuhan.

Bersyukur juga bila kita memiliki sahabat-sahabat yang selalu mengingatkan kita untuk selalu hidup benar dan yakin terhadap Tuhan.

Akhirnya pengucapan syukur yang tertinggi kita berikan kepada mereka yang memberi hadiah berupa buku-buku yang baik, yang membuat kita lebih dekat dengan Tuhan. Karena itu semua adalah berkat yang harus kita hargai selamanya.

Saturday, August 13, 2011

Bersyukur

Surabaya, East Java
Photo by Sammy Palit
Hidup itu memang nyaman sekali bila semuanya berjalan sesuai dengan keinginan kita. Wajah akan selalu berhias senyum dan ucapan syukur. Tapi coba sekali- sekali turun dari sana, tanggalkan mahkota dan jubah kerajaan yang bernama kenyamanan, dan jalanilah suatu kehidupan yang berbeda, bilakah kita masih tersenyum?

Bila Anda terbiasa naik sedan dengan sopir yang sopan, rapih dan kalem cobalah naik metromini atau kereta api kelas ekonomi yang gerbongnya selalu berasap rokok, dengan pedagang asongannya, yang bukan cuma satu macam, juga para pengamennya yang kadang, kalau lagi beruntung, dapat menghibur karena suraanya yang merdu, tapi kebanyakan sih cuma bikin pusing, bilakah kita masih bisa bersyukur?

Mengucap syukur karna suatu keadaan tertentu itu manusiawi, mengucap syukur senantiasa dalam segala keadaan itu illahi.



Tuesday, July 5, 2011

Mata Rantai Kehidupan

Bersyukurlah untuk hari ini karna besok kita akan mendapat hari yang akan membuat kita lebih mengucap syukur lagi.

Hidup itu seperti mata rantai yang saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lain. Bila mata rantai hidup kita hari ini baik maka mata rantai hari esok, setidaknya, akan sama baiknya dengan hari ini. Dan yang membuat mata rantai hidup menjadi baik atau buruk adalah kita sendiri.

Orang bilang kebahagiaan sejati itu tidak tergantung kepada faktor eksternal, seperti bila dapat berkat besar baru berbahagia, tapi lebih kepada faktor internal, dari dalam diri kita sendiri, kitalah yang menentukan mau berbahagia atau tidak, mau bersyukur atau mengeluh mau bangkit dari kegagalan atau membiarkan diri terpuruk dalam keputusan asaan.

Sama seperti Daud yang selalu memilih bersukacita dalam pujian, hingga Ia menepuk dadanya sendiri dan berkata, "pujilah Tuhan hai jiwaku."