Showing posts with label Keberanian. Show all posts
Showing posts with label Keberanian. Show all posts

Friday, July 29, 2011

Kehilangan Keberanian

The Lights
Photo by Sammy Palit
Ia yang kehilangan kekayaan kehilangan banyak; ia yang kehilangan teman kehilangan lebih banyak; tapi ia yang kehilangan keberanian kehilangan segala- galanya. Miguel De Carvantes

Keberanian memang sangat penting kalau tidak mau dibilang segalanya. Untuk bangkit dari kejatuhan, untuk bertumbuh mengahadapi tantangan, untuk menjadi besar dimasa depan bahkan untuk hidup dalam kebenaran tanpa keberanian tidak akan pernah terjadi.

Pasti tidak akan ada pesawat bila Write bersaudara tidak memiliki keberanian untuk mencobanya, mungkin juga saat ini kita tetap hidup dengan lilin dan obor bila Einstein tidak berani mencoba penemuan- penemuannya.

Kemajuan dunia kita saat ini, di hampir semua bidang, diawali dari sebuah keberanian. Jadi benarlah apa yang Carvantes katakan bahwa bila kita kehilangan keberanian berarti kehilangan segalanya, bukan hanya itu, tapi juga kuasa dan kekuatan iman.

Thursday, July 28, 2011

Keberanian Iman

Shanghai City Police
Photo by Sammy Palit
Keberanian intelektual lebih kuat dibanding dengan keberanian fisik, diatas semua itu ada keberanian iman.

Orang- orang kuat selalu tunduk kepada orang cerdas. Itu sebabnya mengapa pendidikan menjadi sangat penting bahkan menjadi investasi primadona masa kini, karna siapapun yang menguasai ilmu pengetahuan akan menguasai dunia.

Tapi tanpa iman pengetahuan kehilangan makna, karna iman melampaui akal yang terbatas. Banyak misteri yang tidak dapat dipahami akal, juga banyak peristiwa yang melampaui akal, termasuk apa yang akan terjadi dimasa depan, dan bahkan dibalik kematian, jawabannya iman.

Wednesday, July 27, 2011

Keberanian Bertumbuh

Jogja, September 2009
Photo by Sammy Palit
Untuk bertumbuh diperlukan keberanian menghadapi tantangannya.

Orang bilang semakin tinggi pohon semakin besar anginnya, bila tidak tahan ia akan patah tumbang dan mati. Bila ingin aman tetaplah dilembah dimana tidak ada angin tapi hasilnya hanya sebuah pohon yang kerdil dan lemah.

Bertumbuh adalah hakekat manusia, justru tidak normal bila tidak bertumbuh, tapi ternyata yang benar- benar bertumbuh hanya sedikit, karna sebagian besar terlalu takut menghadapi tantangannya.

Bila dulu waktu kecil kita takut jatuh, mungkin saat ini kita tidak bisa berjalan.

Tuesday, July 26, 2011

Berani menjadi besar kembali

The Red Bicycle
Photo by Sammy Palit
Keberanian untuk memulai kembali dari awal hanya dimiliki oleh orang- orang besar

Komputer tiba- tiba rusak dan data- data pekerjaan yang dibangun selama bertahun- tahun hilang? Bagaimana juga kalau yang hilang itu perusahaan besar atau jabatan tertinggi yang dirintis selama puluhan tahun? Tidak terbayangkan seperti apa dunia kita ini jadinya, pasti yang ada hanya kegelapan, keputusasaan atau ketidak berdayaan. Bagaimana kalau memulai lagi, artinya membangun kembali dari awal? Sepertinya sudah terlambat dan hasilnya pasti tidak sebaik yang dahulu.

Memang keberanian untuk memulai kembali dari nol tidak dimiliki oleh semua orang. Bayangan bahwa perjuangannya pasti lebih berat, hasilnya pasti lebih buruk atau saya tidak punya waktu dan kesempatan lagi menjadi stigma permanen yang menutup semua jalan, kecuali kita percaya bahwa Tuhan memanggil kita untuk menjadi besar dan melakukan perkara- perkara yang besar.

Monday, July 25, 2011

Gaya Hidup orang benar

Jalan Toll Jakarta - Bandung
Photo by Sammy Palit
Berani berkata tidak kepada kejahatan yang menguntungkan, dosa yang menyenangkan, isme sesat yang menjanjikan masa depan atau sihir yang mempesona adalah gaya hidup orang yang berharap kepada Tuhan.

Di negara kita sekarang korupsi sudah mencapai tahap yang menghawatirkan, bahkan kalaupun di penjara, koruptor hidup senang. Demikian juga dengan hedonisme atau kehidupan yang hanya mengutamakan kesenangan tubuh, yang mengkorupsi makna hidup benar, membuat banyak orang lupa diri, keluarga bahkan Tuhan, Juga isme- isme sesat yang tumbuh dalam bentuk ramalan- ramalan yang menjanjikan masa depan, belum lagi sihir yang hadir dalam bentuk pertunjukan- pertunjukan magis yang vulgar mempesona, seperti menguasai pikiran orang seperti mentalis show, menjadi industri penghasil uang yang menggiurkan, yang membuat lebih banyak orang tertarik kepada kuasa kegelapan.

Semua itu membuat kita berpandangan pesimis dan tanpa harapan, benarkah? Ternyata tidak, karna masih banyak orang yang berani berkata tidak, dan mereka berfungsi seperti garam yang mencegah pembusukan dan terang mercusuar penyelamat banyak kapal kehidupan yang kehilangan arah.

Menolak kekayaan dunia yang berdosa

Mengemis
Bandung 2011 - Photo by Sammy Palit
Keberanian yang sejati terjadi saat kita menolak kekayaan, kesenangan dan kemuliaan dunia yang berdosa.

Menolak uang puluhan milyar hanya karna uang itu bukan haknya? Atau menolak menduduki jabatan tertinggi alias berkuasa karna ada unsur kecurangan didalamnya? Memang harus orang berani yang bisa menghadapi tantangan ini.

Bila Anda seorang gembala sidang apakah Anda berani menolak perpuluhan yang diberikan oleh seseorang yang bukan jemaat Anda? Bila jumlahnya hanya seratus ribu, tidak masalah, tapi kalau ternyata satu milyar?

Bila Anda seorang pejabat apakah Anda berani menolak hadiah seorang pengusaha dalam bentuk mobil mercedes type tertinggi plus check senilai seratus milyar rupiah agar Anda sedikit menutup mata terhadap pelanggaran- pelanggaran hukum yang terjadi di perusahaannya?

Bila Anda seorang pengusaha apakah Anda juga berani menolak untuk membuat pembukuan ganda yang mampu "menghemat" pengeluaran perusahaan sampai milyaran perbulan?

Ternyata hanya orang- orang pemberani yang bisa.

Sunday, July 24, 2011

Hidup dalam Kebenaran

Sek. Minggu GPdI Garut
Dibutuhkan keberanian untuk mati demi kebenaran, tapi dibutuhkan keberanian yang lebih untuk tetap hidup dalam kebenaran.

Menjadi martir seperti stepfanus? Hanya bagi seorang pemberani saja. Umumnya semua orang berusaha menghindar bila masih ada kesempatan, dan itu tidak salah dan sangat menusiawi. Tapi ternyata dibutuhkan keberanian yang lebih lagi untuk tetap hidup dalam kebenaran.

Bagaimana tidak hidup benar ditengah lingkungan yang tidak benar? Hidup benar di dalam dunia yang berdosa? Bila hanya untuk satu dua minggu, pasti bisa, tapi bila untuk selamanya?

Anda adalah para pemberani bila hari ini tetap berada dalam kebenaran. Karna hidup benar identik dengan pengorbanan yang terus- menerus, tanpa henti seumur hidup. Tapi siapa yang bertahan sampai akhir akan menuai kemuliaanNya yang tanpa batas.

Saturday, July 23, 2011

Ketidak Benaran

Race by Stunami
Photo by Sammy Palit
Keberanian untuk mengatasi semua masalah dengan benar hanya dimiliki oleh orang yang tidak pernah jatuh dalam ketidak benaran.

Saat seorang wanita berdosa dibawa kepada Yesus, kondisinya mengenaskan karna cara orang- orang itu membawanya sangat kasar, setiap orang sesuka hati memperlakukannya, ada yang menjambak rambutnya, menarik bajunya, bahkan mendorongnya dengan keras. Dan wajah mereka nampak marah, geram dan penuh kebencian. Ditangan mereka masing- masing menggenggam batu yang setiap saat siap dilemparkan kepada wanita ini.

Dihadapan Yesus mereka berteriak dengan bangga, bangga membawa dosa orang lain, bangga membawa seseorang yang tidak berdaya karna dosa. Setiap telunjuk terarah kepada wanita ini dan dengan mata yang angkuh mengahakiminya tanpa belas kasihan sampai Yesus berkata, "siapa saja yang tidak pernah berbuat dosa, silahkan melempar batu yang pertama kepada wanita ini."

Ternyata suaraNya menyadarkan bahwa mereka tidak lebih berdosa darinya, hati mereka tersayat saat melihat kedalam diri yang kotor, najis dan tidak layak menghukum orang, sebaliknya merekalah yang seharusnya dihukum.

Satu persatu batupun terlepas, tinggal wanita itu dan Yesus, hakim diatas segala hakim. Yesus mengampuninya.

Friday, July 22, 2011

Berani hidup benar

Langit Jakarta, 13 Maret 2007
Photo by Sammy Palit
Perlu keberanian untuk keluar dari dosa tapi perlu keberanian yang lebih untuk hidup dalam kebenaranNya.

Karna dosa telah berkuasa atas dunia maka lingkungan dimana kita hidup tentu saja sama. Di tempat kerja, sekolah, kampus, pasar atau dimana saja, bila ingin eksis maka hidup harus disesuaikan dengannya dan itu berarti ada banyak kompromi terhadap berbagai perbuatan dosa.

Kita harus ikut saat semua orang dipasar mencurangi timbangannya, saat semua teman kantor korupsi bahkan seorang anak sekolah dasar yang cerdas, mau tidak mau, memberi contekan kepada temannya satu kelas. Ada konsekuensi yang bisa "merepotkan" bila menolaknya. Hanya orang berani yang bisa melakukannya.

Thursday, July 21, 2011

Keberanian untuk menang

Puncak Darajat, Garut - Jabar
Photo by Sammy Palit
Keberanian adalah harga yang harus dibayar untuk meraih kemenangan

Saat salah seorang panglima perang di China, jaman dahulu, saat melihat prajuritnya mulai ciut dan kalah sebelum berperang, ia mengambil sebuah koin dan mempersilahkan mereka memilih, menyerah atau maju untuk menang dan koin itu jatuh dipilihan kedua. Merekapun maju dan meraih kemenangan atas musuh yang jauh lebih besar.

Ternyata koin sang panglima memiliki gambar yang sama, artinya seperti apapun koin itu jatuh tetap sama pilihannya. Sebenarnya penentuannya bukan pada koin itu, tapi pada keberanian hati sang panglima.

Buatlah dua pilihan, yang pertama maju untuk menang dan yang kedua maju untuk menang. Dan raihlah kemenangan dengan iman.